Tong Belajar Gelar Lokakarya Penyusunan Kurikulum untuk Perkuat Kapasitas OMS di Tanah Papua
Jayapura, 29–30 Juni 2026 – Tong Belajar menyelenggarakan Lokakarya Penyusunan Kurikulum Pelatihan selama dua hari di Hotel Horison Kotaraja, Jayapura, sebagai langkah strategis dalam menyusun kurikulum pelatihan yang terstruktur, relevan, dan berbasis kebutuhan Organisasi Masyarakat Sipil (OMS/LSM) di Tanah Papua. Selain menyusun kurikulum pelatihan, kegiatan ini juga menghasilkan timeline aktivitas sebagai acuan pelaksanaan program Tong Belajar ke depan.
Sebagai platform penguatan kapasitas OMS/LSM di Tanah Papua, Tong Belajar berkomitmen menghadirkan proses pembelajaran yang kontekstual, partisipatif, dan berdampak. Untuk mewujudkan hal tersebut, diperlukan kurikulum pelatihan yang mampu menjawab kebutuhan nyata organisasi, mulai dari materi pembelajaran, metode pelatihan, capaian pembelajaran, hingga sistem evaluasi yang mendukung peningkatan kapasitas secara berkelanjutan.
Lokakarya ini diikuti oleh 13 anggota Tim Pengelola Tong Belajar yang terdiri atas tim pengelola pelatihan, media dan website, program, serta keuangan. Selama dua hari, peserta terlibat aktif dalam proses diskusi, curah pendapat, dan kerja kelompok untuk merumuskan arah pengembangan kurikulum pelatihan Tong Belajar.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber dan fasilitator dari Tim Yayasan Penabulu, yaitu Dwi Premadha Lestari dan Indah Mahdaniah, yang memandu seluruh proses penyusunan kurikulum secara kolaboratif. Dengan pengalaman dalam pengembangan kapasitas organisasi, keduanya memfasilitasi peserta untuk mengidentifikasi kebutuhan pembelajaran, menyusun struktur kurikulum, serta memastikan materi yang dirancang selaras dengan kebutuhan OMS/LSM di Tanah Papua.
Pada hari pertama, peserta bersama narasumber dan fasilitator mendiskusikan konsep dasar kurikulum, mengidentifikasi kebutuhan pelatihan, serta memetakan kompetensi OMS/LSM di Tanah Papua, baik dari aspek kelembagaan maupun tematik. Hasil identifikasi tersebut kemudian dipresentasikan sebagai dasar penyusunan kurikulum yang kontekstual dan sesuai dengan kebutuhan pembelajaran.
Memasuki hari kedua, seluruh peserta bekerja secara kolaboratif menyusun struktur kurikulum, materi pelatihan, serta timeline aktivitas Tong Belajar. Setiap kelompok mempresentasikan hasil penyusunan draft kurikulum untuk memperoleh masukan dan penyempurnaan bersama, sehingga menghasilkan dokumen kurikulum yang lebih sistematis dan siap menjadi acuan pelaksanaan pelatihan Tong Belajar.
Melalui lokakarya ini, Tong Belajar menargetkan tersusunnya kurikulum pelatihan yang sistematis, partisipatif, dan relevan dengan kebutuhan pembelajaran OMS/LSM di Tanah Papua. Selain itu, penyusunan timeline aktivitas diharapkan menjadi panduan bagi Tim Pengelola Pelatihan maupun Tim Media dan Website dalam mengelola program secara lebih terarah, efektif, dan berkelanjutan.
Kegiatan selama dua hari ini ditutup dengan penyampaian ucapan terima kasih kepada seluruh narasumber, fasilitator, dan peserta, dilanjutkan dengan penyerahan cendera mata sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dalam proses penyusunan kurikulum, serta sesi foto bersama sebagai penanda berakhirnya lokakarya.
Melalui lokakarya ini, Tong Belajar menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan ruang belajar yang berkualitas bagi Organisasi Masyarakat Sipil di Tanah Papua. Kurikulum yang disusun secara kolaboratif diharapkan menjadi landasan dalam menghadirkan pelatihan yang lebih relevan, adaptif, dan mampu memberikan dampak nyata bagi penguatan kapasitas organisasi serta keberlanjutan kerja-kerja pemberdayaan masyarakat.
